Friday, October 31, 2008

Lesson #28: 7 Pertanyaan Favorit Ayah & Ibu


Ketika menghadapi si kecil yang bandel dan menjengkelkan, Anda pun naik darah dan lepas kendali. Nah, setelah menghukum atau memarahi anak, Anda menyesal dan bertanya-tanya dalam hati, "Kok, susah banget, ya, jadi orangtua? Kenapa tadi saya sampai memukul pantat anak? Gimana, sih, caranya jadi orang tua yang baik?"



Bila itu yang terjadi, jangan kelewat cemas. Anda tak sendirian, kok. Banyak orangtua memiliki pertanyaan seperti itu. Berikut deretan pertanyaan yang kerap dilontarkan orang tua yang berkaitan dengan masalah mendidik anak.
* Saya sangat mencintai anak-anak tapi, kok, rasanya susah banget jadi orangtua, ya? Menjadi orangtua memang suatu anugerah dan kebahagiaan yang tak terkira, namun bukan pekerjaan mudah. Tak ada orangtua yang sempurna. Kita semua bisa membuat kesalahan. Bahkan orangtua yang mencintai anaknya pun, kadang melakukan hal-hal yang tak diinginkannya, seperti memukul anak atau menyebut anaknya dengan panggilan yang tak baik. Bila Anda merasa bermasalah dalam mengendalikan diri saat mendidik dan merawat anak, segera minta bantuan ke ahli.
* Kadang-kadang saya sangat frustrasi. Apakah ini wajar? Ya, sangat wajar. Semua orangtua pasti pernah merasa frustrasi. Merawat anak-anak menyita waktu dan tenaga. Pekerjaan menjadi orangtua bisa sangat berat bila Anda mengalami masalah, seperti kekhawatiran soal pekerjaan, keuangan, atau soal hubungan suami-istri. Menjadi orangtua yang baik, berarti Anda harus dapat mengurus diri sendiri.
* Apa yang dapat saya lakukan bila saya frustrasi? Istirahat. Setiap orang, sesekali, memerlukan waktu istirahat dari tugasnya sebagai orangtua. Bila ada orang dewasa lain di dalam keluarga Anda, sebaiknya minta bantuannya untuk menjaga anak dan Anda bisa istirahat. Misalnya, minta pasangan tinggal di rumah bersama anak-anak agar Anda dapat mengunjungi teman-teman. Pada akhir pekan, jika masih memiliki bayi, Anda berdua dapat secara bergantian untuk tidur larut malam. Bila Anda orangtua tunggal, minta keluarga atau teman dekat untuk membantu menjaga anak-anak saat Anda keluar rumah.
* Kadang saya sampai lepas kendali. Apakah itu berarti saya orangtua yang tidak baik? Tidak. Banyak orangtua yang lepas kendali terhadap anak-anaknya. Wajar saja bila Anda marah, tetapi tidak wajar bila Anda melampiaskan kemarahan kepada mereka. Bila Anda sungguh-sungguh marah, istirahatlah. Misalnya, bawa anak-anak jalan-jalan atau panggil teman atau saudara untuk membantu Anda. Bila hampir setiap hari Anda marah pada anak atau memiliki masalah dalam mengendalikan temperamen Anda, minta bantuan ahlinya.
* Apakah wajar bila saya menampar anak? Menampar bukanlah merupakan cara yang terbaik untuk mendisiplinkan anak-anak. Tujuan dari kedisiplinan adalah mengajarkan anak-anak agar dapat mengendalikan diri. Menampar mengajarkan pada anak-anak untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak tepat dan hanya akan menimbulkan ketakutan.
* Bagaimana caranya agar saya dapat menjadi orangtua yang baik? Tidak ada satu cara yang paling pas, tepat, dan benar untuk membesarkan anak. Dan tidak ada orangtua maupun anak yang sempurna. Tetapi berikut ini beberapa panduan untuk membantu anak-anak tumbuh sehat dan bahagia: 1. Perlihatkan cinta Anda. Setiap hari, katakan pada mereka, "Mama sayang kamu. Kamu sangat berarti bagi Mama." Berikan pelukan dan ciuman sebanyak mungkin.
2. Dengarkan bila mereka berbicara. Menjadi pendengar yang baik bagi anak-anak membuat mereka merasa dihargai dan merasa Anda tertarik pada apa yang mereka katakan serta ceritakan.
3. Ciptakan rasa aman. Berikan perasaan tenang bila mereka ketakutan. Tunjukkan pada mereka, Anda selalu ada dekat mereka untuk melindunginya.
4. Biasakan memberi aturan dalam kehidupan mereka. Atur dan tetapkan jadwal makan, tidur siang, dan tidur malam. Bila jadwal terpaksa harus diubah, katakan kepada mereka beberapa hari sebelumnya beserta alasannya.
5. Beri pujian. Bila anak belajar sesuatu yang baru atau berhasil dalam melakukan sesuatu, katakan pada mereka, betapa bangganya Anda pada mereka.
6. Kritik kelakukan buruknya, bukan si anak. Bila anak melakukan kesalahan, jangan katakan. "Kamu nakal!" Sebaliknya, jelaskan, apa yang dilakukan adalah salah. Sebaiknya katakan: "Berlari ke jalan raya tanpa diawasi sangat berbahaya, lho." Lalu ajarkan anak cara-cara menyeberang yang aman.
7. Harus konsisten. Aturan yang Anda buat tidak harus selalu sama dengan aturan yang dibuat oleh orangtua lain. Yang jelas, aturan tersebut harus jelas dan konsisten. Konsisten maksudnya tidak berubah-ubah. Bila dua orangtua membesarkan seorang anak, keduanya harus punya aturan yang sama. Dan tak lupa, pembantu, sanak keluarga, mengikuti aturan yang Anda tetapkan.
8. Luangkan waktu. Lakukan berbagai macam hal dan kegiatan bersama anak seperti membaca, jalan kaki, bermain, dan membersihkan rumah. Yang paling dibutuhkan oleh anak adalah perhatian. Bila anak nakal, melakukan perbuatan tak baik, biasanya merupakan cara mereka untuk menarik perhatian.
* Kepada siapa saya dapat bertanya bila memerlukan bantuan dalam membesarkan anak? Berbagai macam cara bisa dilakukan untuk memperoleh nasihat menjadi orangtua yang baik. Ikuti seminar-seminar yang berhubungan dengan masalah ini. Banyak membaca buku dan majalah yang berhubungan dengan masalah orangtua dan anak. Anda juga dapat berkonsultasi dengan teman, kerabat, juga dokter. Jangan malu untuk bertanya. Membesarkan anak bukan pekerjaan yang mudah dan sulit untuk melakukannya sendirian.

taken from kompas.com

5 comments:

eeda said...

good lesson sih tapi kapan ya bisa saya praktekin? wakakakaka

Prihandoko said...

makanya cepet mbak...sebentar lagi belanda datang!!!

Bagus Pras said...

mas dan mbak ..londone wis teko....

bayi-anak said...

betul sekali pak. saya setuju dengan artikelnya. terutama kita juga kan manusia, kadang suka ga sabaran. kalo udah ga sabar ngehadapi anak, daripada marah2 atau malah akan memukulnya, lebih baik saya keluar dari ruangan dan menenangkan diri. nanti batita saya pasti nangis dan akan nyari saya.selanjutnya dia jadi lebih mudah diatur karena takut saya pergi.hehehe

Prihandoko said...

Betul, teramat sering teori dan tutorial alam hal membimbing anak tidaklah mudah dilaksanakan, meski tidak juga mustahil utk dilaksanakan. Kondisi emosi alamiah kita sebagai orang tua tidaklah stabil selamanya. Terkadang kita juga mengalami instabilitas...disinilah kemampuan kita dalam menguasai emosi perlu diingatkan dan terus dilatih. Nany 911 dalam bukunya mengingatkan kita bahwa anak nakal tidaklah diciptakan melainkan dijadikan. Maka kewajiban kitalah untuk mencegah perilaku buruk menjadi perilaku anak kita. Janganlah berlaku buruk kalau kita tidak ingin berperilaku buruk. Janganlah nakal kalau kita tidak ingin anak kita nakal...(hehehe..yang terakhir ini silahkan direfleksikan masing2)

 
© free template by Blogspot tutorial